Beberapa tahun lalu hingga sekarang, telah kita dengar dan simak pada berita media massa baik suratkabar maupun elektronik tentang fenomena musibah kebakaran. Musibah kebakaran banyak menimpa tempat sesorang tanpa melihat kedudukan dan statusnya, mulai rumah tinggal sederhana hingga gedung bertingkat, dari rumah makan hingga pabrik.
Dari sekian banyak fenomena musibah kebakaran yang terjadi di tanah air, kita dapat menggolongkannya dari aspek penyebab utama kebakaran yang sering terjadi. Diantaranya adalah :
1. korsleting listrik. Peristiwa ini terjadi karena hubungan pendek listrik sehingga menimbulkan pancaran bunga api yang dapat membakar benda - benda disekitarnya.
2. kebocoran gas elpiji. Gas elpiji yang bocor terus - menerus akan terjadi penumpukan gas pada ruang yang rentan terbakar. Semakin besar penumpukan gas pada ruang maka semakin besar kepekaan gas akan terbakar yang artinya dengan percikan bunga api yang sangat kecil akan menimbulkan kebakaran hebat.
3. human error. Kebakaran yang dilakukan manusia secara langsung baik sengaja maupun tidak.
Dari ketiga penyebab kebakaran tersebut dapat kita observasi mana yang paling fatal. Hasil observasi menurut penulis adalah penyebab urutan nomor 2 yakni kebocoran gas elpiji. Mengapa penyebab kebocoran gas paling fatal? Walaupun ketiga penyebab kebakaran sama - sama berbahaya dan merugikan secara materiil tetapi penyebab nomor 2 paling banyak memakan korban jiwa baik korban meninggal dunia maupun korban cidera. Hal ini terjadi karena dipengaruhi sifat gas yang sangat rentan dan cepat terbakar sehingga menimbulkan efek ledakan. Besar kecil efek ledakan dari terbakarnya gas tergantung pada banyak sedikitnya gas yang terlarut dalam ruangan. Walaupun demikian efek ledakan tidak mudah dihindari sehingga mengakibatkan korban jiwa.
Oleh karena itu marilah dari sekarang ini juga kita jangan acuh tak acuh dan memberikan perhatian extra untuk memperbaiki dan merawat perkakas kompor gas elpiji secara berkala sehingga terhindar dari kebocoran gas yang berefek fatal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar